Berawal dari nol
#PART1
Sedikit cerita tentang pengalaman hidup di mana semuanya berawal dari nol. saya masuk di kampus UIN Raden Fatah Palembang ini dengan perjuangan yg cukup berat Bersama sang ayah mencari lokasi kampus, Saya masih ingat sekali pada saat itu itu saya dan sang ayah pergi dan mencari alamat kampus UIN Raden Fatah Palembang dengan menggunakan bis dari Plaju menuju ke UIN Raden Fatah Palembang. ketika pengurusan pemberkasan Saya mencari alamat Kampus bersama kakak sepupu, dan saya menginap di rumah sepupu yang ada di Plaju. singkat cerita ketika ingin verifikasi pemberkasan bersama orang tua saya mengajak Ayah saya untuk verifikasi berkas. dengan bekal niat saya dan ayah saya pergi dari Plaju menuju UIN Raden Fatah Palembang dimana pada saat itu kami tidak tahu di mana kampus UIN Raden Fatah Palembang. jadi ketika kami menuju lokasi tiba-tiba bis yang kami tumpangi tidak bisa melewati jalur yang biasanya dilewati karena macet total pada saat itu. alhasil kami turun dari bis dan berjalan kaki mencari alamat kampus UIN Raden Fatah Palembang. Tanpa HP tanpa Maps dan tanpa petunjuk siapapun Saya hanya mengikuti feeling dari ayah saya bahwa kami berjalan lurus dari tempat kami turun. dengan perjalanan yang lumayan jauh dan pada saat itu adalah siang hari kami berjalan mencari lokasi tempat dimana saya akan kuliah. perjalanan kaki sekitar 20 menit kami lalui dan akhirnya kami melihat tugu yang bertuliskan UIN Raden Fatah Palembang. perasaan saya pada saat itu senang karena telah menemukan kampus yang dituju. Saya kira setelah tugu dari tulisan uinradenfatah itu telah sampai langsung ke gedung uin tetapi ternyata masih masuk kedalam lagi sekitar 5 km. sampailah kami pada gedung akademik Center dimana itu merupakan tempat verifikasi berkas bersama orang tua.
Sesampainya kami di depan gedung tersebut tak disangka ayah saya bertemu dengan teman lamanya yang satu kantor pada saat menjadi pegawai di PT dipasena dahulu yaitu letaknya di Lampung. Setelah lumayan berbincang lama dengan teman ayah saya akhirnya kami pun masuk ke dalam gedung untuk melakukan verifikasi berkas. sesuai dengan kondisi kami pada saat itu kami hanya menjelaskan apa yang kami alami pada saat diwawancarai dengan harapan ukt yang saya dapat tidak terlalu tinggi. pada saat diwawancarai Saya sempat bertanya tentang program beasiswa yang ada di kampus UIN Raden Fatah Palembang. mendengar penjelasan si pewawancara saya merasa Ada kemungkinan saya bisa ikut beasiswa yang ada di kampus UIN Raden Fatah Palembang agar bisa meringankan beban orang tua.
Setelah verifikasi berkas selesai akhirnya kami keluar dari gedung akademik Center dan tanpa direncanakan saya bersama ayah saya langsung mencari kos untuk tempat tinggal saya selama menjadi mahasiswa di UIN Raden Fatah Palembang. Ditemani oleh temannya ayah saya Kami akhirnya mencari lokasi kost di dekat area kampus. entah bagaimana langkah kaki ayah saya mengarah kepada jalan sempit yang berada di gang pintasan di mana itu merupakan lokasi kosan saya hingga saat ini. dengan modal berani, kami bertanya kepada salah satu warga yang ada di sekitar area kos akhirnya kami ditunjukkan kos yang masih baru pada saat itu, Saya tertarik melihat kos ini dari awal saya berpijak di sini, karena melihat suasana kost yang masih terlihat baru dan cat yang masih baru juga.
Akhirnya kami menemui Bapak kos yaitu Pak Deni, kami diajak masuk untuk melihat-lihat lingkungan yang ada di dalam maupun di luar kos. terlihat dari dalam kos fasilitas yang di Tunjukkan masih terlihat tertata dengan rapi dan bersih sehingga saya langsung merasa nyaman dan ingin tinggal di kos tersebut. perbincangan antara Ayah Saya dan Pak Deni akhirnya menyimpulkan bahwa saya mengambil lokasi di daerah Gang pintasan ini. awalnya ayah saya ingin membayar DP yang hanya ada uang Rp200.000 di dompetnya. namun Pak Deni menolak hal tersebut karena menurut Pak Deni ucapan dan komitmen seorang laki-laki lain yang dipegang jadi apabila laki-laki mengingkari janjinya maka ia tidak disebut dengan seorang laki-laki. Jadi kami tidak lagi memberikan DP dan kata Pak Deni langsung saja nanti seminggu kemudian barang-barang dipindahkan Dan diangkut ke kosan. perasaan saya sebagai seorang mahasiswa semakin terasa karena saya merasa akan menjadi anak mandiri di perantauan. akhirnya setelah kami mendapatkan kosan saya dan ayah saya pulang ke rumah sepupu saya yang ada di Plaju. singkat cerita setelah saya memindahkan barang-barang Saya ke kosan bersama teman saya yang pada saat itu merupakan teman sebangku saya selama SMA Kurang lebih 3 tahun. kami janjian bersama-sama pada hari yang sama untuk mengangkut barang ke kosan.
ternyata ketika kami sudah memindahkan barang di kosan baru kami berdua yang ada dan Tinggal di kosan itu.
Keesokan harinya, datang teman baru yang mengisi kamar lima atas nama Teni, berhubung baru kenal akhirnya kami sedikit bercerita ternyata Dia berasal dari daerah Pali. keesokan harinya lagi datang teman baru 2 orang dan bersama keluarganya menghantarkan mereka ke kosan dia bernama zanna dan meriza kedua orang ini berasal dari daerah Empat Lawang. akhirnya hari demi hari kosan terisi semua dan di situlah saya mulai merasa memiliki teman seperjuangan pada saat di bangku kuliah. pada saat itu rata-rata yang mengisi kosan ini adalah maba yang hanya kakak tingkat hanya 4 orang. ketika pada saat itu adalah hari pertama kami ospek perasaan kami sebagai seorang maba sangat senang dan bersemangat. dulu ospek dilaksanakan mulai pukul 6 pagi dan ketahuilah sendiri bahwa jam 6 pagi matahari pun belum terbit. karena dengan perasaan senang Kami pun bergegas pergi sebelum pukul 6 menuju kampus karena kami takut terlambat dan dihukum oleh senior. Sesampainya di kampus banyak sekali teman-teman baru yang menggunakan baju putih dan rok hitam serta jilbab putih Karena pakaian tersebut merupakan pakaian atau dress code pada hari pertama ospek. melihat banyaknya jumlah mahasiswa baru angkatan 2016 perasaan saya hanya 1 pada saat itu ya itu senang karena telah menjadi seorang mahasiswa. 3 hari terlewati untuk ospek universitas dua minggu kemudian ospek fakultas.
Pada saat Ospek fakultas orang-orang yang dikenal lebih sedikit dibandingkan universitas. pada saat Ospek fakultas Saya melihat ada 1 orang laki-laki yang saya kagumi dan sampai sekarang masih saya kagumi, dia berinisial BR. pada saat terakhir ospek fakultas kami diajak oleh Kakak damping untuk mengunjungi Secret lematar pada saat itu. kami diceritakan berbagai banyak hal mengenai organisasi lematar tersebut. karena kebanyakan dari kami pun akhirnya kami tertarik untuk ikut organisasi lematar. dari berbagai macam ukmk ukmk yang berjajar di lapangan tidak satupun yang saya Minati pada saat itu. Akhirnya saya mengikuti organisasi lematar. hari pertama Diksar banyak sekali teman-teman yang mengikuti organisasi ini. kegiatan yang menurut saya menyenangkan dibandingkan kegiatan Paskibra yang dilakukan pada saat SMA dulu. hari terakhir Diksar lematar, kami diberikan masing-masing nama lapangan. pada saat itu kami merupakan generasi B. dan saya mendapatkan nama lapangan brownies. ya tidak terlalu buruk Untuk didengar dan dibaca. akhirnya setelah kami Diksar kami dinyatakan menjadi anggota lematar. semakin hari saya merasa banyak teman-teman baru yang saya temui. di organisasi ini Saya diajarkan untuk bisa berbicara di depan orang banyak. yang notabennya saya sendiri merupakan orang yang diam dan pemalu pada saat itu. karena adanya dorongan dari para senior untuk kami belajar berbicara di depan orang umum, para senior selalu memberikan kesempatan kepada kami selaku mahasiswa baru untuk bisa belajar dan berbicara di depan umum. ya perubahan yang saya rasakan pun ada. ketika di kelas awal pertama saya masuk sebagai mahasiswa baru di sana saya merasa diam dan tidak banyak interaksi dengan orang lain namun setelah saya mengikuti organisasi dan melalui proses pembelajaran, Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk aktif berdiskusi di dalam kelas walaupun awalnya saya merasa gemetar dan gugup Tapi saya di dituntut untuk berani. hingga akhirnya saya pun berani dan memberanikan diri untuk sekedar bertanya pada saat diskusi berlangsung. ternyata perubahan yang saya melalui itu juga dirasakan oleh teman saya Dia berkata bahwa setelah mengikuti organisasi saya semakin aktif di dalam kelas. perasaan saya pada saat itu senang karena ternyata Apa yang dilakukan pada saat itu akhirnya membuahkan hasil. semakin hari saya semakin berani untuk bertanya pada saat diskusi berlangsung tidak menutup kemungkinan pula saya mencoba memberanikan diri untuk menjadi moderator ataupun notulen. ternyata saya merasa tidak salah dalam masuk dalam organisasi. karena di sana saya memang ditempah untuk menjadi pribadi yang mandiri berani dan kritis terhadap segala sesuatu.
Komentar
Posting Komentar